Apa Sih Perbedaan Jurnal Penyesuaian Dengan Jurnal Koreksi ?

Apa Sih Perbedaan Jurnal Penyesuaian Dengan Jurnal Koreksi ?

Seringkali ditemui di akhir periode pembukuan ditemukan beberapa transaksi yang tidak sesuai sehingga terjadi selisih. Agar laporan keuangan tersebut menjadi balance, maka harus dibuat beberapa jurnal perbaikan. Jurnal yang sering dibutuhkan adalah jurnal penyesuaian, namun terkadang jurnal koreksi pun digunakan untuk melakukan koreksi terhadap transaksi yang sudah dibukukan.

Apa perbedaan jurnal penyesuaian dan jurnal koreksi?

Jurnal Penyesuaian

Jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk membandingkan antara pendapatan dengan beban pada periode pengakuan yang sama. Jurnal ini digunakan untuk memastikan bahwa antara prinsip pengakuan pendapatan dan prinsip penandingan sudah terpenuhi. Penandingan antara pendapatan dan beban dilakukan untuk memenuhi pelaporan keuangan yang dibagi dalam periode akuntansi. Untuk menentukan periode mana pelaporan pendapatan atau beban tergantung pada sistem yang digunakan, apakah menerapkan cash basis atau accrual basis.

Jika asumsi yang digunakan adalah acrual basis, maka pengakuan terhadap pendapatan diakui pada saat terjadi, bukan pada saat menerima atau mengeluarkan kas. Sistem ini mengharuskan organisasi untuk mengakui pendapatn setiap kas yang diterima atau akan diterima dari penghasilan. Penandingan pendapatan dengan beban pada periode yang sama mensyaratkan dibuatnya jurnal penyesuaian agar data update sesuai dengan keadaan sebenarnya.

Misalnya: PT. ABC membayar sewa gudang sebesar Rp. 45.000.000 untuk jangka waktu sewa selama 3 tahun pada 1 Januari 2011. Maka pada saat pembayaran sewa dibukukan pada jurnal:

Sewa dibayar di muka Rp. 45.000.000

Bank                                                             Rp. 45.0000.000

Sehingga tiap akhir bulan, perusahaan menyusun jurnal penyesuaian karena jangka waktu sewa dibayar di muka tersebut berkurang setiap bulannya. Misalnya, per 31 Januari 2011, dibukukan jurnal penyesuaian sebagai berikut.

Biaya sewa gudang       Rp. 1.250.000

Sewa dibayar dimuka                                Rp. 1.250.000

Pada contoh diatas, pada tanggal 1 Januari 2011 dimana perusahaan membayar Rp. 45.000.000, perusahaan mencatat sewa dibayar dimuka sebagi aset (unexpired cost). Pada 31 Desember 2011, perusahaan mengakui beban sewa 12 bulan, maka expired cost adalah Rp. 15.000.000, sedangkan yang belum expired adalah Rp. 30.000.000. Sehingga, beban sewa pada laporan laba rugi adalah Rp. 15.000.000 dan sewa dibayar di muka dilaporkan pada neraca sebesar Rp. 30.000.000,-.

Menyusun jurnal penyesuaian untuk transaksi yang di awal sudah dicatat dengan benar, bertujuan untuk memperbaharui data agar dapat menentukan dengan tepat besarnya jumlah penerimaan yang diterima di muka yang telah menjadi pendapatan untuk periode berjalan, besarnya jumlah penerimaan yang diterima di muka dalam periode berjalan yang akan ditangguhkan sebagai pendapatan untuk periode mendatang, berapa besarnya bagian dari jumlah pengeluaran yang telah menjadi beban untuk periode berjalan, besarnya bagian dari jumlah pengeluaran periode berjalan yang akan ditangguhkan sebagai beban untuk periode mendatang, jumlah beban periode berjalan yang harus diakui meskipun pembayarannya belum dilakukan, dan berapa besarnya jumlah pendapatan periode berjalan yang harus diakui meskipun penagihan kasnya belum diterima.

Jurnal Koreksi

Jurnal ini digunakan untuk memperbaiki kesalahan dalam pencatatan transaksi. Secara garis besar, semua kesalahan seharusnya dikoreksi. Tapi ada beberapa kondisi yang menyebabkan tidak semua kesalahan dibuat jurnal koreksinya karena dengan sendirinya akan betul diperiode berikutnya.

Kesalahan pencatatan ada yang diketahui di periode yang sama (transaksi periode 2015 kesalahannnya diketahui pada tahun 2015) atau di periode yang berlainan (transaksi periode 2015 tapi baru diketahui tahun 2016). Jenis kesalahan yang terjadi bisa kesalahan klasifikasi atau kesalahan jumlah.

1. Untuk kesalahan klasifikasi, maka dibuatkan jurnal reklasifikasi. Contohnya: PT DRG menerapkan periode buku tahunan. Pada tanggal 20 Agustus 2014 diketahui terjadi kesalahan pencatatan transaksi pada tanggal 15 Juli 2014 yaitu berupa pembelian motor senilai Rp. 15.000.000 yang dimasukkan dalam akun “Aktiva Tetap Bangunan.” Karena kesalahan diketahui di periode yang sama dimana penyusutan aktivat tetap tersebut belum dicatat, maka yang direklasifikasi adalah nilai perolehannya, sehingga jurnal yang dibuat sebagai berikut:
Aktiva tetap – kendaraan = Rp. 15.000.000

Aktiva tetap – bangunan = Rp. 15.000.000

2. Kesalahan jumlah. Contohnya: Pada tanggal 25 April terjadi kesalahan pencatatan pembayaran telepon tanggal yang dilakukan pada tanggal 10 April 2015 sebesar Rp. 1.500.000,- dimasukkan Rp. 1.300.000. Koreksi terhadap kesalahan nominal tersebut dilakukan dengan menginput jumlah selisihnya:
Biaya telepon                Rp. 200.000

Kas/Utang TELKOM  Rp. 200.000

(Rp. 1.500.000 – Rp. 1. 300.000 = Rp 200.000)

Jurnal koreksi dibuat dengan tujuan untuk memperbaiki/mengkoreksi nilai transaksi yang salah dibukukan dan untuk mengkoreksi penggunaan klasifikasi akun yang salah. Sedangkan jurnal penyesuaian bertujuan untuk menghasilkan data akuntansi terbaru agar lebih akurat.

Sumber: http://boston-naibaho.blogspot.co.id

http://zahiraccounting.com/id/blog/apa-sih-perbedaan-jurnal-penyesuaian-dengan-jurnal-koreksi/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s